Program bertajuk Penyaluran Donasi Bantuan Air Bersih tersebut menyasar tujuh desa di Kecamatan Gabus, Kayen, dan Jaken. Penyaluran tahap pertama dilakukan pada Jumat (28/8/2026), dilanjutkan tahap kedua pada Sabtu (29/8/2026). Sementara penyaluran tahap berikutnya masih dalam proses koordinasi dan pemetaan kebutuhan di lapangan.
Tujuh desa yang menjadi sasaran bantuan meliputi Desa Tanjung Anom, Gebang, dan Sambirejo di Kecamatan Gabus; Desa Pesagi dan Bolo Agung di Kecamatan Kayen; serta Desa Mojolampir dan Mojoluhur di Kecamatan Jaken.
Ketua MWC NU Margoyoso, Tomy Roisun Nasih, M.Pd., yang akrab disapa Gus Tomy, mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian warga NU Margoyoso terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan.
“Kami melihat kebutuhan air bersih ini merupakan persoalan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, ketika saudara-saudara kita di wilayah sekitar mengalami kesulitan air, kami merasa perlu ikut hadir dan membantu semampu yang kami bisa,” ujar Gus Tomy.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai bagian dari khidmah NU kepada masyarakat.
“Bagi kami, khidmah NU bukan hanya bagaimana organisasi berjalan di internal, tetapi juga bagaimana keberadaan NU bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Air bersih mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi warga yang sedang mengalami kekeringan, satu tangki air bisa sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Gus Tomy menambahkan, gerakan tersebut lahir dari semangat gotong royong berbagai unsur. Penggalangan dukungan tidak hanya berasal dari MWC NU Margoyoso, tetapi melibatkan LAZISNU, lembaga-lembaga NU, badan otonom (banom), Sajadah NU, serta masyarakat umum.
“Kami bersyukur banyak pihak yang ikut bergerak. Ada lembaga NU, banom, LAZISNU, Sajadah NU, dan masyarakat yang turut memberikan dukungan. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan bisa menjadi gerakan bersama,” katanya.
Ia menegaskan, bantuan air bersih akan disalurkan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat dan kondisi di masing-masing wilayah.
“Penyaluran tidak berhenti pada tahap pertama dan kedua. Kami masih melakukan koordinasi untuk tahap berikutnya. Prinsipnya, kami ingin bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutur Gus Tomy.
Selain menyalurkan bantuan ke wilayah yang telah terdata, MWC NU Margoyoso juga membuka koordinasi dengan pihak-pihak yang mengetahui adanya daerah lain yang mengalami kekurangan air bersih.
Menurut Gus Tomy, informasi dari masyarakat sangat penting agar bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang memiliki kebutuhan paling mendesak.
“Kalau ada wilayah yang membutuhkan air bersih, kami terbuka untuk berkoordinasi. Kami tentu memiliki keterbatasan, tetapi dengan komunikasi dan gotong royong, mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang bisa kita bantu,” ungkapnya.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk solidaritas antarwarga di tengah persoalan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Pati. MWC NU Margoyoso berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari selama sumber air mengalami keterbatasan.
Gus Tomy menilai, semangat membantu sesama merupakan salah satu nilai penting yang harus terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita tidak harus menunggu memiliki sesuatu yang besar untuk bisa berbagi. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan dan kita memiliki kemampuan untuk membantu, sekecil apa pun kontribusi itu tentu memiliki arti,” ujarnya.
Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada penyaluran air bersih semata, tetapi dapat mendorong semakin banyak elemen masyarakat untuk bersama-sama merespons persoalan sosial yang muncul di lingkungan sekitar.
“Semoga ikhtiar kecil ini bisa memberikan manfaat bagi warga yang terdampak kekeringan. Yang lebih penting, mudah-mudahan semangat kepedulian dan gotong royong ini terus tumbuh. Karena NU harus hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat,” pungkas Gus Tomy.
Penyaluran bantuan air bersih ini menjadi salah satu wujud nyata khidmah MWC NU Margoyoso kepada masyarakat. Di tengah keterbatasan sumber air akibat kekeringan, kepedulian dalam bentuk pemenuhan kebutuhan dasar menjadi bentuk solidaritas yang secara langsung dapat dirasakan warga.
Jurnalis: Masudi, S.Hum
Fotografer: Muhammad Mufid
Tim redaksi: LTN MWC NU Margoyoso
Fotografer: Muhammad Mufid
Tim redaksi: LTN MWC NU Margoyoso

0 Komentar